Skip to main content

9 Cara Aman Memakai Android

Handphone yang menggunakan sistem operasi android saat ini sudah sangat banyak beredar di pasaran. Dari yang harganya ratusan ribu hingga yang belasan juta rupiah. Hal ini didukung dengan jutaan aplikasi yang mendukung berbagai kebutuhan di dalamnya, sehingga menambah cepat pertumbuhan dan pasar dari jenis handphone yang menggunakan sistem operasi tersebut. Disisi lain, muncul juga kekhawatiran terhadap sistem keamanannya, mengingat di tahun belakangan ini marak terjadi penyebaran malware dan ransomware yang menyerang sistem operasi, tidak hanya windows, bahkan Ios dan linux yang katanya aman dari virus ( penyebutan kasar untuk malware, worm, ransomare pada masyarakat umum ) sudah terbukti mampu ditembus keamanannya
.
Sebelum membahas tema diatas, perlu dijabarkan terlebih dahulu tentang sistem operasi android itu sendiri. Android merupakan turunan dari Linux, karena ia menggunakan kernel Linux sebagai bagian utama ( core ), karena Linux adalah open source, para developer Android dari Google bisa memodifikasi kernel Linux sesuai dengan kebutuhan mereka. Linux memberikan para pengembang Android versi mentahnya/pre-built, kernel sistem operasi yang sudah di pelihara dengan baik sehingga mereka tidak perlu menulis kernel mereka sendiri. Cara ini juga digunakan oleh banyak pengembang, misalnya PlayStation 4 menggunakan kernel open-source FreeBSD, sedangkan Xbox One menggunakan kernel Windows NT yang ditemukan dalam versi modern dari sistem operasi Windows.

Karena kernel dan sistem operasinya yang bersifat open source, maka siapapun bisa dengan mudah memodifikasi dan membuat aplikasi di dalamnya. Dalam konteks pertumbuhan teknologi ini sangat bagus, namun bisa menjadi pisau bermata ganda ketika tidak diimbangi dengan sistem keamanaan yang memadai. Secara umum, ada 3 cara memaksimalkan kemamanan dari android anda, yaitu : menggunakan update dan patch terbaru, menggunakan customrom yang mengkhususkan diri pada keamanan , dan yang terakhir adalah tidak sembarangan mengunduh serta menginstal aplikasi yang tidak jelas, meskipun itu dari googleplay /playstore. Khusus untuk custom android yang special pada keamanan, saat ini yang paling dikenal hanya ada 2, yaitu SilentOs dan Copperhead.

Kedua customrom tersebut sudah benar2 diakui dan memberikan jaminan keamanan bagi usernya.
Sebagian besar malware yang menyebar di android berasal dari aplikasi yang tidak jelas, entah itu dari playstore maupun dari situsnya sendiri. Disisi lain user yang melakukan “root” pada handphone nya malah memiliki resiko lebih besar, karena selain hangusnya garansi yang diperikan vendor, melakukan “root” juga membuka celah lebih lebar bagi aplikasi untuk memodifikasi dan mengubah aplikasi system.

SILAKAN BACA: Cara Mengoptimalkan Kecepatan Android
Selain beberapa hal yang sudah diatas, ada 9 trik yang bisa dipakai untuk lebih memaksimalkan keamanan android, yaitu :

1. Verifikasi dua langkah untuk akun email
Verifikasi dua langkah menjadi metode yang sangat hebat dalam mengamankan akun Google atau Gmail milikmu. Dengan mengaktifkan metode ini maka ketika login ke akun, Anda akan masukkan alamat e-mail dan password akun Google seperti biasanya. Setelah itu akan ada langkah tambahan, yaitu memasukkan kode unik yang dikirimkan berupa SMS ke nomor ponsel milikmu. Metode ini dinilai agak rumit, dimana Anda biasanya langsung login, maka sekarang harus menunggu SMS dari pihak Google setiap kali akan login.

2. Aktifkan fitur Smart Lock 
Untuk Anda yang menggunakan sistem oprasi Android dengan versi 5.0 ke atas maka Anda akan menemukan fitur Smart Lock di dalamnya. Dimana Anda tidak lagi perlu menggunakan fitur Lock Screen yang dinilai mengganggu, pada Smart Lock ada beberapa pilihan yang bisa digunakan yaitu Trusted devices, Trusted places, Trusted face, Trusted voice dan On-body detection. Semua fitur tersebut sangat dapat diandalkan dalam menjaga keamanan sistem operasi Android.

3. Gunakan Android Device Manager 
Anda bisa menggunakan aplikasi Android Device Manager untuk menjaga keamanan data di OS Android, dimana kemampuan aplikasi ini adalah mampu menemukan lokasi Android via Chrome. Dengan adanya fasilitas ini membantu Anda untuk dengan mudah melacak smartphone, sehingga Anda masih memiliki peluang besar untuk menemukan Android yang hilang.

4. Aktifkan Fitur Verify Apps 
Untuk pengguna OS Android bersi 5.0 kebawah, atau seperti pengguna Android KitKat dan yang di bawahnya, maka perlu menonaktifkan layanan keamanan ini secara manual.

5. Install aplikasi dari sumber yang terpercaya
Sebisa mungkin hindari menginstal aplikasi dari sumber yang tidak jelas dan tidak terpercaya, hal itu karena dikhawatirkan di dalamnya terdapat program jahat seperti virus dan malware, yang disusupkan di dalam aplikasi. Sehingga “jangan bermain api” dengan memasang aplikasi dari tempat yang tidak jelas, direkomendasikan standarnya yaitu memasang aplikasi dari tempat resmi Google Play Store.

6. Jangan hubungkan gadget ke jaringan WiFi yang tidak jelas
Hal ini penting untuk diketahui oleh semua pengguna Android, karena sikap yang “tidak berhati-hati” dalam melakukan koneksi ke jaringan Wifi adalah sebuah kekebiasaan buruk bagi pengguna Andorid. Mungkin karena motivasinya adalah ingin internet gratisan.
Apabila ada Hotspot yang tidak jelas asalnya dan tanpa password maka langsung dikoneksikan ke Gadget, tentunya kebiasaan buruk ini dapat berakibat fatal, karena jika Hotspot yang belum terpecaya dikhawatikan akan membuat suatu jebakan, dengan cara menyusupkan program berbahaya seperti malware atau virus.

7. Update rutin software Android
Pihak perusahaan Google sebagai pengembang sistem operasi Android, biasanya merilis update software secara rutin, yang tujuannya agar menambah beberapa patch keamanan. Untuk menghidupkan fitur ini, caranya pergi ke menu Setting , lalu pilih About device, pilih System Updates.

8. Biasakan keluar dari akun  setelah browsing
Jangan lupa untuk sign out akun Google setelah Anda selesai menjelajah internet (browsing) di browser. Anda juga dapat menerapkan mode penyamaran. Hal itu karena sistem browser  me-record aktivitas pencarian dan browsing Anda di internet, yang kemudian akan disinkronisasikan dengan semua akun Google milikmu.

9. Pertimbangkan membatasi akses Google pada Akun 
Hal ini perlu dibahas karena kekhawatiran akan kebocoran informasi akun Google, yang itu menyebabkan penjahat siber bisa mengakses pesan Adan informasi rahasia Anda, selain itu bisa mengetahui lokasi yang pernah Anda kunjungi, melihat foto dan kontak milikmu, serta banyak hal lainnya

Akhir kata, celah keamanan paling besar sebenarnya ada pada user, ketika user sudah memahami dengan baik terhadap sistem keamanan sistem operasi android, maka hal tersebut akan sangat meminimalisir tejadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar